BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Suasana damai di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, mendadak berubah mencekam. Tim Smart Patrol Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di jalur pendakian Linggajati pada Rabu (30/10/2025), Tepatnya sekitar 200 meter di sisi utara Puncak Linggajati.
Jasad misterius tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan diduga telah meninggal sekitar satu minggu. Korban hanya mengenakan celana pendek, dan tidak memiliki identitas diri apa pun. Petugas memperkirakan korban berusia antara 30 hingga 40 tahun.
Barang-Barang Misterius Ditemukan di Sekitar Lokasi
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tim BTNGC menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang-barang tersebut antara lain terminal kabel, pakaian menyerupai jas biru, dan sehelai sarung.
Namun hingga kini, identitas korban masih belum diketahui dan masih menjadi misteri bagi tim penyelidik.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan laporan penemuan mayat tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan dari rekan-rekan BTNGC terkait penemuan jenazah di Puncak Linggajati,” ujarnya, melansir Antara, jumat (31/10/2025).
Evakuasi di Medan Sulit dan Cuaca Ekstrem
Begitu laporan diterima, BPBD langsung berkoordinasi dengan TNGC, Kepolisian, TNI, dan tim SAR gabungan. Rapat koordinasi digelar pada Rabu malam (29/10/2025) di Pondok Obim, kawasan bawah Cibunar, untuk menyusun strategi evakuasi di medan yang terkenal terjal dan sulit dijangkau.
Kepala BTNGC, Toni Anwar, kemudian mengumumkan penutupan total Jalur Pendakian Linggajati mulai 30 Oktober hingga 6 November 2025.
“Penutupan ini bersifat darurat untuk kelancaran proses evakuasi dan investigasi lebih lanjut,” tegasnya.
BTNGC juga meminta maaf kepada para pendaki yang sudah memesan tiket secara daring dan mengimbau agar melakukan penjadwalan ulang pendakian mereka.
Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bunuh Diri Siswi MTs di Sukabumi yang Diduga Akibat Perundungan
Bermodal Linggis, Seorang Lansia Bobol 8 Sekolah Dasar di Ciamis
Proses Evakuasi Dilakukan Estafet
Proses evakuasi jenazah berlangsung penuh tantangan. Pada Kamis malam (30/10/2025), tim gabungan terpaksa menghentikan perjalanan karena cuaca ekstrem di jalur atas.
“Pukul 21.00 WIB, tim memutuskan beristirahat dan mendirikan kamp di Pos Batu Lingga. Kondisi tim aman, namun cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan,” jelas Indra Bayu.
Evakuasi dilanjutkan pada Jumat pagi (31/10/2025) sekitar pukul 06.29 WIB, dengan fokus membungkus jenazah dan menurunkannya secara estafet menuju pos bawah. Lebih dari puluhan personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Polri, TNI, TNGC, BPBD, AKAR, VR, Relawan Kuningan, dan PPGC dari tiga jalur pendakian berbeda.
“Tim disiagakan di beberapa pos untuk mempermudah proses estafet. Namun, kami masih membutuhkan tambahan personel dan dukungan logistik di lapangan,” tambahnya.
Identitas Korban Masih Misterius
Humas BTNGC, Adi Sularso, mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah jenazah tersebut seorang pendaki atau bukan. Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan registrasi resmi bagi semua pengunjung kawasan taman nasional untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Hingga Jumat pagi (31/10/2025), proses evakuasi masih terus berlangsung. Jenazah belum sepenuhnya berhasil diturunkan, dan pihak kepolisian telah bersiap melakukan identifikasi begitu jenazah tiba di pos bawah.
(Dist)




