JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, dirinya tetap akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji meskipun saat ini kondisi nilai tukar rupiah terus melemah.
Purbaya mengungkapkanm, dirinya jika tidak ada kendala berencana berangkat haji pada Kamis, 21 Mei 2026.
“Kamis (21/5), kalau nggak ada halangan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 19 Mei 2026.
Diketahui, nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg hingga Senin pukul 13.00 WIB, rupiah menyentuh level Rp17.684 per dolar AS.
Pekan sebelumnya, rupiah juga terpantau bertahan di kisaran Rp17.596 per dolar AS. Secara kumulatif sejak awal pekan, pelemahan mata uang Garuda tercatat mencapai 5,92 persen.
Bahkan, sejumlah bank nasional mulai menjual dolar AS pada rentang Rp17.675 hingga Rp17.810 per dolar AS di tengah meningkatnya permintaan pasar.
Sementara itu, Purbaya mengatakan persiapan ibadah haji sebenarnya telah dilakukan sejak dua pekan terakhir. Menurutnya, salah satu persiapan yang masih dipelajari adalah doa-doa selama pelaksanaan ibadah.
“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar doa-doanya, masih lupa juga,” katanya.
Ia juga menyebut rencananya akan menjalani ibadah haji selama sekitar 10 hari.
“10 hari,” ucapnya singkat.
Ikut Rapat Ekonomi Bersama Prabowo dan Perry Warjiyo
Sebelum menyampaikan rencana keberangkatannya, Purbaya menghadiri rapat terbatas bidang ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat ekonomi penting seperti Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, Rosan Roeslani, serta Perry Warjiyo.
Pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian dan bank sentral terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Pemerintah Siapkan Dana Stabilitas Obligasi
Usai rapat, Purbaya menjelaskan pemerintah mulai masuk secara bertahap ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sentimen investor.
“Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” ujar Menkeu.
Pemerintah juga berencana menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund menggunakan anggaran yang tersedia.
Purbaya mengungkapkan dirinya meminta dana sekitar Rp2 triliun setiap hari dialirkan ke pasar obligasi.
“Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya cash management saja. Jadi tidak masalah,” jelasnya.
Baca Juga:
Rupiah Makin Anjlok, DPR Minta Gubernur BI Mundur!
2 Jurnalis Republika Diduga Diculik Israel, Kapal Global Sumud Flotilla Kirim Sinyal SOS
Menurut Purbaya, langkah stabilisasi di pasar obligasi diharapkan mampu menciptakan sentimen positif sehingga investor asing kembali masuk ke pasar Indonesia.
Ia optimistis penguatan pasar obligasi dapat membantu mengurangi tekanan terhadap rupiah dalam beberapa pekan ke depan.
Tekanan terhadap rupiah sendiri menjadi perhatian serius setelah mata uang Indonesia terus melemah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya arus keluar modal asing.
Pemerintah bersama Bank Indonesia kini terus memantau perkembangan pasar sambil menyiapkan berbagai instrumen stabilisasi ekonomi.











