Kontroversi UFC White House, Islam Makhachev dan Khamzat Chimaev Terancam Dicoret!

Islam Makhachev
Islam Makhachev dan Khamzat Chimaev. (X/MMAkidz)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — UFC White House 2026 yang digadang-gadang sebagai event terbesar dalam sejarah MMA justru mulai diselimuti kontroversi. Ajang perayaan nasional Amerika Serikat yang rencananya digelar di halaman Gedung Putih itu kini memunculkan isu sensitif soal larangan petarung asal Rusia tampil.

Sejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara terbuka mengumumkan rencana UFC White House, sejumlah nama besar langsung menyatakan minat tampil. Conor McGregor ingin comeback setelah absen lima tahun, sementara Jon Jones bahkan membatalkan rencana pensiunnya demi satu tempat di kartu prestisius tersebut.

Namun, di balik antusiasme itu muncul sinyal bahwa tidak semua juara UFC akan mendapat kesempatan yang sama.

Pernyataan Merab Dvalishvili Buka Tabir

Kontroversi bermula dari pernyataan mantan juara kelas bantam UFC, Merab Dvalishvili. Petarung asal Georgia tersebut mengungkap bahwa trilogi melawan Petr Yan sudah disetujui UFC, namun laga itu dipastikan tidak akan digelar di White House.

Alasannya bukan teknis atau komersial, melainkan faktor kewarganegaraan.

“UFC mengatakan saya berikutnya untuk perebutan sabuk. Akan ada trilogi melawan Yan,” ujar Dvalishvili kepada MMA Pros Pick, Senin (19/1/2026).

“Tapi mereka juga bilang pertarungan itu tidak mungkin digelar di White House karena Yan orang Rusia.”

Pernyataan ini langsung memicu spekulasi luas. Jika benar ada pembatasan berdasarkan asal negara, maka dampaknya tidak hanya berhenti pada Petr Yan.

Islam Makhachev dan Khamzat Chimaev Ikut Terancam

Dua nama besar langsung masuk dalam pusaran isu ini yakni Islam Makhachev dan Khamzat Chimaev. Keduanya merupakan juara dominan di UFC dan berasal dari wilayah Rusia Dagestan dan Chechnya.

Islam Makhachev saat ini memegang sabuk kelas welter, sementara Khamzat Chimaev menguasai divisi middleweight. Secara kualitas, keduanya hampir pasti layak mengisi kartu utama UFC White House.

Namun, jika aturan tak tertulis soal “petarung Rusia” benar-benar berlaku, maka dua divisi elite UFC berpotensi kehilangan laga juara di event terbesar tahun ini.

Baca Juga:

Islam Makhachev Bocorkan Calon Lawan Debut John Pork di UFC

Duel Impian UFC Tertunda, Perbedaan Target Bikin Khamzat Chimaev vs Alex Pereira Sulit Terjadi

Pernyataan Dana White Bertolak Belakang?

Situasi ini menjadi semakin rumit karena pernyataan Merab bertolak belakang dengan komentar Dana White beberapa bulan lalu. Presiden UFC itu sebelumnya menepis anggapan bahwa UFC White House akan bersifat eksklusif untuk petarung Amerika.

“Ini bukan Amerika vs dunia,” kata Dana White.
“Yang penting adalah bagaimana membangun kartu terbaik.”

Secara logika, “kartu terbaik” UFC sulit dibayangkan tanpa Islam Makhachev atau Khamzat Chimaev. Keduanya adalah magnet pay-per-view dan simbol dominasi era baru MMA.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Politik vs Bisnis UFC

Isu ini menempatkan UFC dalam dilema besar. Di satu sisi, White House event membawa muatan simbolik dan politis. Di sisi lain, UFC adalah bisnis global yang hidup dari kualitas pertarungan dan nama besar.

Menghilangkan petarung Rusia dari UFC White House bisa memengaruhi kredibilitas kompetisi, sekaligus memicu reaksi keras dari penggemar internasional.

Hingga kini, UFC belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Namun pernyataan Dvalishvili sudah cukup untuk memantik polemik yang sulit dibendung.

Jika larangan ini benar-benar diterapkan, UFC White House 2026 bukan hanya akan dikenang sebagai event bersejarah, tetapi juga sebagai kartu paling kontroversial dalam sejarah MMA modern.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru