Pemusnahan Balpres Terlalu Mahal, Purbaya Siapkan Solusi Alternatif

Pemusnahan Balpres Mahal
Pemusnahan 19.391 balpres senilai Rp112,35 miliar (Dok Kemendag)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Bea Cukai telah menyita 17.200 bal pakaian bekas impor ilegal sepanjang 2024–2025.

Pemerintah menyiapkan mekanisme baru untuk mengurangi beban biaya pemusnahan pakaian bekas ilegal (balpres), menyusul meningkatnya volume penindakan Bea Cukai dalam dua tahun terakhir.

“Selama kurun 2024 sampai 2025, Bea Cukai telah melakukan penindakan atas komoditas balpres sebanyak 17.200 bal,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Ia menjelaskan jumlah tersebut setara 1.720 ton atau sekitar 8,6 juta lembar pakaian yang sebagian besar masuk secara ilegal melalui jalur pesisir, perbatasan darat, dan laut.

Purbaya menyoroti mahalnya biaya pemusnahan balpres ilegal yang membebani keuangan negara. Selama ini barang sitaan wajib dimusnahkan, sementara pelaku yang tertangkap tidak dapat dikenakan denda. Akibatnya, setiap penindakan justru menambah kerugian negara.

Baca Juga:

Kemendag Musnahkan 500 Balpres Pakaian Bekas Impor

DJP Tangkap 3 Pelaku Tindak Pidana Pajak, Rugikan Negara Hingga Rp10,6 M

“Satu kontainer itu sekitar Rp 12 juta (biaya pemusnahan), rugi. Habis itu ngasih makan orang yang ditahan, rugi besar kita,” ucapnya.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, bendahara negara kini mencari mekanisme pemanfaatan balpres agar tidak lagi sekadar dimusnahkan. Purbaya mengaku telah berkomunikasi dengan Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia (AGTI) serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

“Ini juga atas arahan Presiden Prabowo, itu (balpres) mesti dimanfaatkan, jangan dibakar begitu saja,” katanya.

Solusi yang disiapkan pemerintah antara lain mencacah ulang balpres untuk dijadikan bahan baku industri tekstil serta menjual sebagian kepada pelaku UMKM dengan harga lebih murah.

“Jadi itu bisa dipakai untuk bahan baku industri, dalam bentuk benang dan lain-lain. Nanti UMKM bisa memakai sebagai bahan dengan biaya yang lebih murah,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, sejumlah asosiasi dan pengusaha tekstil telah menyatakan kesiapan bekerja sama. Proses teknis rencananya dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat. “Mereka mau, sudah mau, ada beberapa pengusaha yang sudah siap,” kata Purbaya.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru