JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah menyatakan, data calon peserta program magang nasional SIAPkerja sudah otomatis terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Dengan begitu, tidak memerlukan syarat dokumen yang rumit.
Para calon peserta yang merupakan lulusan perguruan tinggi dalam satu tahun terakhir (fresh graduate) cukup registrasi dan memilih posisi yang tersedia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, dengan sistem tersebut proses pendaftaran menjadi lebih cepat.
“Persyaratannya tidak ada karena data kita sudah terintegrasi dengan Kementerian Dikti Saintek,” kata Yassierli dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Yassierli menjelaskan, pemerintah sudah memiliki data lengkap lulusan satu tahun terakhir. Dengan begitu, sistem akan otomatis mencocokkan identitas pendaftar saat registrasi di platform SIAPkerja.
“Jadi kami sudah punya data satu tahun terakhir, lulusan siapa saja. Sehingga hanya cukup mencocokkan nanti ketika mereka registrasi di akun SIAPkerja,” ujarnya.
Baca juga:
Pendaftaran Program Magang Bergaji UMP Dibuka Mulai 15 Oktober, Jangan Ketinggalan!
Ia menyebut, bahwa program magang ini dirancang untuk memberi kesempatan nyata bagi lulusan baru merasakan pengalaman langsung di dunia kerja. Karena itu, setiap perusahaan yang ikut serta wajib menyediakan mentor, agar peserta magang tidak hanya sekadar membantu pekerjaan, tetapi juga benar-benar meningkatkan kompetensinya.
Usai menjalani program, para peserta akan memperoleh sertifikat magang sebagai bukti pengalaman yang didapatkan.
“Perusahaan yang menerima peserta magang ini harus menyiapkan mentor, sehingga konteksnya adalah bagaimana mereka bisa meningkatkan kompetensinya saat magang,” jelasnya.
Program magang nasional SIAPkerja ini dibatasi maksimal enam bulan dengan kuota tahap pertama sebanyak 20.000 peserta. Jadwalnya dibagi dua fase, perusahaan dengan nomor induk berusaha (NIB) dan terdaftar di wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan (WLKP) dapat mengunggah kebutuhan magang sejak 1–7 Oktober 2025. Selanjutnya, calon peserta magang bisa melakukan pendaftaran dan memilih posisi yang tersedia pada 7–13 Oktober 2025.
Pemerintah berharap skema ini bisa membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja nyata, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja muda Indonesia sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.
“Program magang ini memang arahan dari pak presiden kita mentargetkan mereka yang lulus dalam satu tahun terakhir tujuannya adalah kita memberikan kesempatan kepada lulusan (fresh graduate) itu untuk mendapatkan exposure tentang tempat kerja,” pungkasnya.
(Dist)




