BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kericuhan besar mewarnai gelaran UFC 322 di Madison Square Garden. Petarung kontroversial Dillon Danis kembali membuat onar hingga akhirnya presiden UFC, Dana White, memastikan bahwa Danis tidak akan pernah lagi diizinkan hadir di acara UFC, baik sebagai penonton maupun bagian dari aktivitas resmi organisasi.
“Anda tidak akan pernah melihat Dillon Danis di pertarungan UFC lagi,” ujar Dana White tegas, merespons insiden perkelahian yang melibatkan Danis dan rekan setim Islam Makhachev. Keributan itu bahkan harus dilerai lebih dari selusin petugas keamanan.
Kericuhan terjadi di sela jeda antara pertarungan prelim yang dimenangkan Bo Nickal melalui KO ronde ketiga dan dimulainya kartu utama UFC 322 di Madison Square Garden.
Akar Masalah: Perseteruan Lama Sejak 2018
Ketegangan ini bukan kejadian baru. Konfliknya memiliki sejarah panjang sejak 2018, ketika Khabib Nurmagomedov rekan latihan Makhachev melompat dari oktagon dan menyerang Danis usai menundukkan Conor McGregor. Bentrokan besar kemudian meluas hingga ke area penonton.
Ketegangan yang sama kembali mencuat di UFC 322.
Menariknya, Dana White mengakui bahwa ia telah diberi peringatan oleh tim keamanan sebelum insiden meledak.
“Mereka mengatakan kepada saya bahwa Dillon Danis ada di sini, duduk di kursi petarung, bukan di kursinya sendiri, mereka bertanya, ‘Perlu kami keluarkan?’ Dia punya tiket, jadi saya bilang biarkan saja dia duduk” kata White.
White menambahkan bahwa ada informasi mengenai ancaman dari mantan petarung UFC, Jorge Masvidal.
“Masvidal kabarnya ingin menghajarnya di tempat, saya tanya, ‘Di mana Masvidal duduk?’ Mereka bilang jaraknya hanya enam atau tujuh baris. Saya tetap bilang, biarkan Danis duduk, tapi awasi dia,” tutur White.
Namun, keputusan tersebut justru memicu konsekuensi di luar dugaan. White mengatakan bahwa ia baru menyadari risiko besar ketika melihat barisan pendukung Makhachev berada sangat dekat.
“Saya tidak kepikiran bahwa seluruh persaudaraan Muslim ada di lima baris terdepan untuk Islam, begitu saya melihat itu, saya langsung berkata, ‘Sial, saya tahu persis apa yang akan terjadi,” ucapnya.
Tak lama kemudian, Danis terlibat perkelahian dengan rekan setim Makhachev.
BACA JUGA:
Islam Makhachev Jadi Raja Dua Divisi UFC, Lampaui Khabib
Islam Makhachev Hancurkan Jack Della Maddalena, Rebut Sabuk Welter UFC 322!
UFC Bisa Tuntut Danis, Tapi Memilih Tidak
Menurut White, pihak UFC sebenarnya memiliki kesempatan untuk menuntut Danis.
“Mereka menelepon saya dari lantai bawah dan bilang, ‘Kami sudah menangkapnya. Mau dituntut? Saya bilang, tidak. Ini bisnis perkelahian. Saya bisa menyelesaikannya tanpa tuntutan hukum,” lanjut White.
Impian Masuk UFC Kini Pupus
Ironisnya, Danis sebenarnya tengah berusaha masuk ke UFC. Dalam wawancara pada Agustus lalu, ia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Hunter Campbell, Chief Business Officer UFC.
“Saya sudah bicara dengan Hunter soal beberapa hal, tapi tidak semuanya bisa saya ungkap, dia hanya meminta saya tetap aktif dan menunjukkan bahwa saya benar-benar ingin bertarung” kata Danis.
Ia bahkan menyebut nama-nama yang ingin ia hadapi.
“Menurut saya, divisi 170 pound itu tidak terlalu kuat, Kevin Holland, Daniel Rodriguez, banyak petarung di 15 besar yang bisa saya lewati, ” ujar Danis kala itu.
Namun, setelah keributan di UFC 322, jalan menuju UFC bagi Danis tampaknya tertutup. Meski ia masih dijadwalkan melawan Anthony Taylor pada 20 Desember mendatang di ajang regional “Misfits”, peluangnya tampil di UFC kini nyaris mustahil.
(Haqi/Budis)











