BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seluruh dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah DKI Jakarta tercatat belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), hingga awal oktober 2025 ini.
Padahal, sertifikat tersebut menjadi standar penting untuk menjamin keamanan dan kelayakan konsumsi makanan bagi para siswa.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mempercepat proses penerbitan SLHS bagi 180 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Ibu Kota.
“Kalau yang berbasis sertifikat belum ada, sedang berproses semua,” ujar Ani di Jakarta, mengutip Antara, Minggu (5/10/2025).
Percepatan Inspeksi Dapur MBG di Jakarta Ani menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah melakukan inspeksi ke dapur-dapur MBG, tapi baru sebatas pemeriksaan awal.
Kini, langkah percepatan akan dilakukan dengan inspeksi ulang kesehatan lingkungan agar setiap dapur bisa segera memenuhi syarat penerbitan SLHS.
“Kami sedang berkolaborasi dengan SPPG termasuk juga PTSP untuk percepatan penerbitan SLHS. Jadi secara masif kami akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulang,” kata Ani.
Pemerintah pusat mewajibkan seluruh SPPG memiliki SLHS sejak September 2025, setelah maraknya kasus keracunan MBG di sejumlah daerah. Di Jakarta, 60 siswa dari 10 lokasi berbeda sempat mengalami keracunan makanan.
Berdasarkan hasil laboratorium, sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri yang muncul akibat pengolahan dan distribusi makanan yang tidak sesuai standar.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, percepatan sertifikasi ini harus selesai dalam waktu satu bulan.
Menurutnya, SLHS bukan hanya terkait kebersihan dapur, tetapi juga kualitas SDM, pemilihan bahan baku, hingga proses pengolahan makanan.
“Percepatan ini harus rampung dalam waktu satu bulan,” tegas Budi.
Baca Juga:
DPR: Gunakan Kantin Sekolah Untuk Dapur MBG
DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Tertibkan Dapur MBG Tanpa Sertifikat
Ani menjelaskan, pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) turut melakukan pengawasan ketat di setiap tahapan program, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada para siswa.
Secara nasional, lebih dari 100 dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sejak program percepatan sertifikasi dimulai pada September lalu.
(Virdiya/Budis)











