JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah aksi kekerasannya yang memukul Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Muhammad Reza (27), viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 45 detik , Hasan tampak mengenakan kemeja biru dan peci hitam. Dengan nada menyesal, ia meminta maaf kepada korban dan seluruh jajaran SPPG Kecamatan Trieng Gadeng.
“Saya memohon maaf atas kesilapan dan ketelodoran saya terhadap ananda Reza, menyangkut terjadinya pemukulan di SPPG Gampong Sagoe, Kecamatan Trieng Gadeng. Dalam hal ini saya secara pribadi memohon maaf kepada keluarga dan pihak SPPG,” ujar Hasan dalam video tersebut.
Kronologi Insiden di Gampong Sagoe
Peristiwa pemukulan itu terjadi saat Hasan melakukan kunjungan mendadak ke dapur program makan bergizi gratis (MBG) di Gampong Sagoe, Kecamatan Trieng Gadeng, Kabupaten Pidie Jaya.
Menurut laporan lapangan, Hasan diduga emosi setelah melihat makanan untuk anak-anak sekolah dalam kondisi dingin, lalu menegur petugas di lokasi. Namun, situasi memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik terhadap Kepala SPPG.
Kejadian itu terekam kamera ponsel dan dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, memicu gelombang kecaman dari masyarakat dan aktivis kemanusiaan. Banyak warganet menilai tindakan Hasan tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.
Reaksi Keras dari Badan Gizi Nasional (BGN)
Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Wakil Bupati Pidie Jaya.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program MBG dijalankan dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong. Petugas SPPG bekerja di lapangan dengan penuh tanggung jawab sesuai petunjuk teknis. Kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap mereka adalah tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme,” tegas Sony di Jakarta, Kamis (30/10/2025) malam.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan insiden tersebut ke aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan.
Baca Juga:
Wakil Wali Kota Bandung Bantah Keras Dirinya Kena OTT Kejaksaan
BGN Pastikan Perlindungan Hukum untuk Petugas SPPG
Sementara itu, Wakil Kepala BGN lainnya, Nanik S. Deyang, menegaskan seluruh petugas lapangan berhak mendapatkan perlindungan hukum dan dukungan moral dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Kami sudah mengarahkan tim pemantauan dan pengawasan wilayah untuk mendampingi korban dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pelaksana program MBG di seluruh daerah, agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan optimal meski terjadi insiden seperti ini.
Program MBG Tetap Berjalan Normal
Meski diwarnai insiden tersebut, BGN memastikan kegiatan penyediaan makan bergizi gratis (MBG) di Desa Sagoe dan wilayah sekitarnya tetap berjalan seperti biasa.
Lembaga ini menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlangsungan program MBG yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia, terutama di daerah-daerah pelosok.
“Kami berharap kejadian seperti ini menjadi pelajaran bersama agar semua pihak mengedepankan komunikasi yang santun dan saling menghargai,” tutup Sony.
(Dist)











