Strategi Jitu McLaren Bikin Max Verstappen Tak Berkutik di GP Meksiko

Max Verstappen
Ilustrasi - Max Verstappen Red Bull (Foto:: dok. Red Bull Racing).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Grand Prix Meksiko 2025 menjadi bukti bahwa kecepatan bukan segalanya di Formula 1. Red Bull dan Max Verstappen boleh punya mobil cepat, tapi McLaren membuktikan bahwa strategi yang presisi dan manajemen ban yang cerdas bisa mengalahkan kekuatan mentah sekalipun.

Verstappen harus puas finis ketiga di Autódromo Hermanos Rodríguez, di belakang Charles Leclerc (Ferrari) dan Lando Norris (McLaren) yang tampil sempurna sejak awal. Meski podium tetap diraih, ekspresi Verstappen seusai balapan tak menunjukkan kepuasan, hanya frustrasi karena tahu Red Bull dikalahkan bukan di lintasan lurus, melainkan di ruang strategi.

McLaren membaca balapan dengan brilian. Mereka memulai dengan ban soft untuk menciptakan tekanan sejak awal, lalu mengganti ke medium tepat di saat temperatur lintasan mulai stabil. Hasilnya, Norris bisa menjaga kecepatan tanpa kehilangan grip hingga lap terakhir. Di sisi lain, Verstappen justru terjebak dengan strategi konservatif Red Bull, start dengan ban medium yang ternyata gagal memberikan traksi maksimal di lintasan berdebu.

“Awalnya kami berharap ban medium bisa bertahan lebih lama, tapi justru kehilangan grip lebih cepat dari yang diperkirakan. Begitu saya beralih ke soft, mobil baru terasa hidup. Tapi McLaren sudah terlalu jauh di depan,” keluh Verstappen.

Baca Juga:

Max Verstappen Akui Eranya Mulai Redup, Peluang Juara Menjauh

Keunggulan McLaren tak hanya soal ban, tapi juga soal cara mereka mengatur ritme balapan. Norris tidak terburu-buru, menjaga kecepatan rata-rata tetap stabil, dan tahu kapan harus menekan untuk memperlebar jarak. Verstappen sempat menutup celah di stint terakhir, namun kehilangan momentum setelah Virtual Safety Car keluar akibat mobil Carlos Sainz berhenti di lintasan.

“McLaren bukan hanya cepat, mereka juga pintar. Mereka tahu kapan harus menahan diri dan kapan harus menyerang. Kami punya strategi bagus, tapi kalau mobil tak bisa mengimbangi kecepatan mereka, itu tak cukup,” ujar Verstappen.

Dengan empat seri tersisa dan selisih 36 poin dari pemuncak klasemen, Verstappen kini berada dalam posisi sulit. Red Bull dituntut mencari solusi cepat, terutama dalam hal efisiensi ban dan pemilihan strategi pit stop yang lebih adaptif terhadap kondisi lintasan.

McLaren, sebaliknya, tampak semakin matang sebagai tim penantang gelar. Mereka bukan hanya memiliki mobil cepat, tetapi juga ketenangan dan ketepatan membaca situasi.

“Inilah Formula 1 modern. Bukan hanya siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling cerdas dan di Meksiko, McLaren membuktikan mereka keduanya,” ujar salah satu analis Sky Sports.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru