BANDUNG, TEROPONGEMDIA.ID — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki hari ke-14 atau hari terakhir masa tanggap darurat pada Jumat (6/2/2026).
Hingga hari ke-13, tim SAR gabungan kembali menemukan dua kantong jenazah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan total korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sejak hari pertama operasi hingga hari ke-13 mencapai sembilan kantong jenazah.
“Total korban meninggal dunia yang ditemukan dari hari pertama sampai hari ke-13 operasi SAR sebanyak sembilan kantong jenazah,” ujar Ade Dian, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Seluruh kantong jenazah tersebut telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 71 jiwa.
Namun, proses identifikasi belum sepenuhnya rampung. Hingga kini, masih terdapat 20 kantong jenazah yang masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan data oleh tim DVI.
“Identifikasi masih terus berjalan. Tim DVI Polda Jabar masih menangani sejumlah kantong jenazah yang belum teridentifikasi,” jelas Ade.
Memasuki hari terakhir masa tanggap darurat, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian korban di sejumlah titik prioritas. Penentuan lokasi pencarian dilakukan berdasarkan laporan dan informasi terbaru yang dihimpun dari masyarakat setempat, termasuk keluarga korban dan aparat lingkungan.
“Kami fokuskan pencarian di lokasi-lokasi tertentu berdasarkan informasi dari RT dan keluarga korban. Mudah-mudahan informasi ini bisa menghasilkan temuan-temuan korban,” kata Ade.
Ia juga berharap kondisi cuaca pada hari ke-14 operasi SAR berada dalam keadaan mendukung, sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih optimal dan aman bagi seluruh personel di lapangan.
Terkait kelanjutan pencarian setelah masa tanggap darurat berakhir, Ketua Tim Penanggulangan Bencana Longsor KBB, Ade Zakir, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan keluarga korban.
“Kami sudah bertemu dengan keluarga korban dan membicarakan progres pencarian. Mereka menyampaikan keikhlasan apabila pencarian dihentikan setelah masa tanggap darurat selesai,” ujar Ade Zakir.
Baca Juga:
Longsor Tambang Timah Tewaskan 7 Orang, 2 Biang Kerok Jadi Tersangka
216.370 BPJS Warga Depok Mendadak Nonaktif, Dinkes Buka Suara
Bencana longsor di Desa Pasirlangu menjadi salah satu peristiwa paling mematikan di wilayah Bandung Barat dalam beberapa tahun terakhir. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat.
Hingga berakhirnya masa tanggap darurat, pemerintah daerah dan tim gabungan masih melakukan evaluasi menyeluruh terkait langkah lanjutan penanganan pascabencana, termasuk pendataan korban, pemulihan wilayah terdampak, serta pendampingan bagi keluarga korban.
(Dist)










