JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Serangan udara mematikan di sebuah sekolah dasar di selatan Iran menewaskan lebih dari 170 orang yang sebagian besar anak-anak. Tragedi ini memicu kemarahan global sekaligus mendorong tuntutan investigasi menyeluruh di Amerika Serikat (AS).
Insiden tragis tersebut terjadi pada 28 Februari 2026 di kota Minab. Hingga kini, serangan itu menjadi salah satu tragedi paling mematikan bagi warga sipil di tengah konflik yang melibatkan Iran dan AS-Israel.
Namun, respons Presiden AS Donald Trump terhadap peristiwa tragis ini justru menuai kontroversi karena dianggap saling bertentangan selama seminggu terakhir.
Surat kabar The New York Times melaporkan pada Rabu (11/3/2026), bahwa penyelidikan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat menemukan fakta mengejutkan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa militer AS diduga berada di balik serangan fatal tersebut, yang awalnya Washington mengklaim bukan dilakukan oleh pihaknya.
Temuan awal ini segera memicu tekanan politik dan tuntutan transparansi di dalam negeri AS maupun dari komunitas internasional.
Trump Sempat Tuduh Iran
Sebelumnya, Trump menuding Iran sebagai pelaku pengeboman sekolah tersebut.
“Berdasarkan apa yang telah saya lihat, itu dilakukan oleh Iran,” kata Trump pada Sabtu (7/3/2026).
Bahkan, Ia menilai Iran melakukan kesalahan karena sistem persenjataannya dianggap tidak akurat.
Namun ketika ditanya wartawan setelah laporan investigasi terbaru muncul, Trump justru memberikan jawaban berbeda.
“Saya tidak tahu tentang itu,” kata Trump ketika dimintai tanggapan mengenai dugaan keterlibatan militer AS, dikutip Kamis (12/3/2026).
Pentagon Masih Lakukan Penyelidikan
Pernyataan Trump itu pun tidak sepenuhnya didukung oleh jajaran pemerintahannya sendiri.
Saat pernyataan tersebut disampaikan sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang berdiri di belakang Trump menolak memperkuat klaim sang presiden.
Hegseth menegaskan bahwa Pentagon masih melakukan penyelidikan mendalam terkait serangan tersebut.
Baca Juga:
Balas Ancaman Trump Soal Selat Horuz, Iran: Waspada, Jangan Sampai Kalian Lenyap!
Korea Utara Dukung Penuh Iran Dipimpin Mojtaba Khamenei, Kecam AS-Israel!
Dugaan Rudal Tomahawk
Kecurigaan terhadap keterlibatan militer AS semakin menguat setelah muncul rekaman baru mengenai serangan itu.
Sejumlah media internasional dan lembaga investigasi independen menyimpulkan bahwa serangan tersebut kemungkinan menggunakan rudal jelajah Tomahawk.
Rudal canggih buatan Amerika Serikat itu diketahui tidak dimiliki oleh militer Iran, sehingga memunculkan dugaan bahwa serangan tersebut merupakan kesalahan penargetan oleh pasukan AS.
(Dist)











