BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Seorang pria yang viral di media sosial karena berjoget di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai sorotan publik. Aksinya menjadi kontroversi setelah ia mengklaim menerima insentif hingga Rp6 juta per hari dari pemerintah.
Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat berjoget di dalam ruangan dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN). Pada video lainnya, ia juga tampak berjoget di dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), yang semakin memicu kritik.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyayangkan tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa pria itu merupakan mitra pemilik SPPG.
“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujar Nanik.
BGN kemudian melakukan pengecekan terhadap fasilitas tersebut dan menemukan sejumlah pelanggaran teknis. Akibatnya, operasional SPPG milik pria tersebut untuk sementara dibekukan.
“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” jelasnya.
Baca Juga:
BGN Wajibkan SPPG Unggah Menu MBG di Medsos
Selain itu, BGN juga telah memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan wilayah terkait, Doni Dewantoro.
Lebih lanjut, terungkap bahwa pria tersebut memiliki total tujuh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, baru satu dapur yang telah beroperasi, sementara enam lainnya masih dalam tahap persiapan dan akan diawasi secara ketat oleh BGN.
“Yang running baru satu. Yang lainnya belum,” kata Nanik.
Ia pun menegaskan bahwa pengelolaan SPPG bukanlah sekadar proyek bisnis. Program MBG, menurutnya, memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi dan mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dijalankan secara profesional dan sesuai standar.











