BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapsiagaan operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pada awal Januari 2026, arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa mulai menunjukkan lonjakan signifikan, baik dari sisi penumpang maupun kendaraan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pada Kamis (1/1) tercatat sebanyak 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kondisi tersebut mencerminkan dimulainya arus balik masyarakat setelah masa libur panjang.
“ASDP terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik, terutama menjelang akhir pekan,” ujar Heru dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Heru, awal Januari 2026 tidak hanya diwarnai pergerakan wisatawan yang kembali ke Pulau Jawa, tetapi juga mulai meningkatnya aktivitas angkutan logistik. Karena itu, ASDP melakukan optimalisasi armada kapal feri, pengaturan pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama Ketapang–Gilimanuk agar arus kendaraan tetap terkendali.
“Kami memastikan kesiapan kapal dan sistem layanan agar pergerakan penumpang maupun kendaraan tetap lancar dan aman, khususnya pada fase puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengungkapkan bahwa secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 427.910 orang dengan total kendaraan sebanyak 121.364 unit. Adapun penumpang dari Jawa menuju Bali tercatat 413.839 orang dengan 110.193 kendaraan.
Windy menekankan bahwa kelancaran arus penyeberangan tidak terlepas dari kedisiplinan pengguna jasa dalam mengikuti jadwal keberangkatan serta kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan. Selain itu, pengguna jasa juga diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di lintasan Ketapang–Gilimanuk demi keselamatan bersama.








