JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menjelang kembali dijalankannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik curang di lapangan. Mitra yang bermain harga atau menyalahgunakan kewenangan dipastikan akan langsung ditindak tanpa kompromi.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik mark up harga bahan baku yang berpotensi merusak tujuan program.
“Mitra yang mark up harga gila-gilaan dan menekan kepala SPPG, pengawas gizi dan pengawas keuangan, akan saya minta untuk di-suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat,” tegas Nanik di Jakarta.
Baca Juga:
Ratusan Pelajar Kembali Keracunan MBG di Bandung Barat
Menurutnya, tindakan curang seperti itu bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam kualitas layanan gizi yang seharusnya diterima masyarakat. Dengan anggaran per porsi yang telah ditetapkan sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000, setiap rupiah harus digunakan secara tepat.
BGN menilai, mitra yang sudah mendapatkan insentif semestinya menjalankan program secara profesional, bukan justru mencari keuntungan berlebih melalui manipulasi harga.
“Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku. Mitra seperti ini tidak akan pernah puas,” lanjutnya.
Sebagai langkah konkret, BGN akan menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara selama satu minggu bagi mitra yang terbukti melanggar. Sanksi ini juga disertai kewajiban membuat pernyataan komitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran.
“Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak monopoli menjadi pemasok sendiri. Itu pelanggaran berat,” jelas Nanik.
Dengan langkah tegas ini, BGN berharap pelaksanaan MBG ke depan berjalan lebih transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima.











