BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lando Norris kembali dihadapkan pada satu trek yang membuatnya tak sepenuhnya percaya diri, yakni Las Vegas.
Di tengah performa McLaren yang melejit sepanjang 2025, justru gemerlap lampu kota hiburan itu menjadi tempat yang membuat sang pembalap muda ragu bisa bersinar.
Bukan tanpa alasan. Dua tahun terakhir, Las Vegas menjadi salah satu titik lemah McLaren, sirkuit jalan raya berkecepatan tinggi dengan suhu lintasan rendah, karakter yang kontras dengan kekuatan mobil oranye tersebut.
Kini, meski mobil 2025 sudah jauh lebih cepat, Norris tetap realistis.
“Kami sudah berkembang pesat tahun ini, jadi saya tak mau terlalu negatif,” ujar Norris., melansir Formula1, Senin (17/11/2025).
“Tapi jujur saja, Las Vegas tidak pernah benar-benar cocok dengan kami. Qatar dan Abu Dhabi lebih kami nantikan. Vega, sedikit kurang,” sambungnya.
Baca Juga:
Lando Norris Pimpin Dominasi McLaren di Latihan GP Austria
Nada suaranya tak pesimistis, tapi juga tidak penuh harapan. Norris tahu apa yang terjadi tahun lalu, data telemetri menunjukkan McLaren tertinggal cukup jauh, bahkan tak mampu mendekati ritme tim-tim terdepan sepanjang balapan.
“Jika saya merasa kami tidak akan cepat, maka itu yang saya katakan. Saya tidak bilang saya akan finis ke-10, hanya saja saya pikir kemenangan akan sulit. Lihat saja data tahun lalu, kami tertinggal cukup jauh,” katanya.
Dengan kata lain, Norris bersiap menghadapi salah satu tantangan paling rumit musim ini, balapan yang memaksanya menurunkan ekspektasi, bahkan ketika mobil McLaren sedang berada di masa keemasan.
Las Vegas menjadi pengingat bahwa dalam F1, tak ada kecepatan yang benar-benar absolut. Setiap sirkuit punya ceritanya sendiri dan untuk Norris, cerita di Vegas masih belum berpihak.
(Budis)







