BANDUNG, TEROPONGMEDIA,ID – Max Verstappen biasanya dikenal dingin, terukur, dan jarang larut dalam euforia berlebihan setiap kali meraih kemenangan. Namun atmosfer berbeda terlihat di Las Vegas. Selebrasinya kali ini jauh lebih meriah, bahkan eksplosif setelah kembali berdiri di podium teratas dalam momen krusial menjelang akhir musim.
Kemenangan tersebut semakin berarti ketika rival utamanya, Lando Norris, akhirnya didiskualifikasi, membuat Verstappen menipiskan selisih klasemen menjadi hanya 24 poin. Dengan dua seri tersisa, perburuan gelar kembali terbuka lebar.
Verstappen tidak menutupi bahwa musim ini sangat berbeda dari dominasi absolut yang ia tunjukkan pada 2023. Ketika itu, kemenangan terasa seperti rutinitas. Kini, setiap podium terasa hasil dari perjuangan panjang.
“Musim ini tidak semudah 2023. Kami datang dari periode yang sangat sulit sejak akhir tahun lalu,” ungkap Verstappen, dikutip dari Formula1, Selasa (25/11/2025).
Red Bull sempat memasuki fase yang menguras mental. Kemunduran performa di pertengahan musim, setup yang tak konsisten, serta tekanan dari McLaren dan Ferrari membuat suasana tim terasa tidak stabil. Verstappen mengakui ada masa ketika semua orang di garasi Red Bull merasa tidak puas.
Momentum Las Vegas menjadi titik balik emosional: bukan sekadar kemenangan, tetapi bukti bahwa mereka masih bisa bangkit dari tekanan berat.
Baca Juga:
Jalan Terakhir Max Verstappen Mengejar Gelar Dunia Kelima di Enam Seri Penentu Formula 1 2025
Kebangkitan Max Verstappen Bikin Tensi Perebutan Gelar F1 2025 Makin Memanas
Yang terlihat setelah balapan bukan hanya senyum lega Verstappen, tetapi juga energi positif yang memancar dari seluruh tim. Mekanik, insinyur, hingga petinggi Red Bull bersorak seakan memenangkan balapan penentu gelar.
“Anda harus menikmati momen seperti ini. Kemenangan seperti ini memberi semangat besar bagi semua orang,” kata Verstappen.
Selebrasi masif tersebut menunjukkan bahwa kemenangan Las Vegas menjadi lebih dari sekadar tambahan poin, melainkan simbol kebangkitan moral dan keyakinan Red Bull bahwa mereka masih punya paket juara.
Dengan jarak 24 poin, situasi mental berubah. Selama sebagian besar musim, Verstappen terkesan mengejar tanpa ritme, sedangkan Norris berada pada fase terbaiknya. Kini, tren itu perlahan berbalik.
Red Bull menemukan performa. Verstappen menemukan ketajaman. Dan secara historis, sang juara dunia tiga kali selalu berbahaya ketika momentum berada di pihaknya.
Balapan Las Vegas bukan hanya tentang siapa yang tercepat; ini tentang siapa yang masih punya mental juara. Dan dari cara Verstappen merayakannya, jelas terlihat bahwa insting kompetitifnya kembali menyala.
(Budis)











