Dalami Korupsi Pejabat Pajak, KPK Periksa KSO Summarecon

KPK Periksa KSO Summarecon
Ilustrasi. (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalami aliran dana ke bekas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus Muhamad Haniv, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa Direktur Kerja Sama Operasional (KSO) Summarecon Serpong Sharif Benyamin.

KPK memeriksa Sharif Benyamin pada Selasa (4/3/2025) sebagai saksi. Selain Sharif, KPK juga mengagendakan pemeriksaan saksi lain, yakni PNS KPP PMA 6 Ditjen Pajak Shitta Amalia terkait kasus pajak.

“Didalami terkait dengan aliran dana ke tersangka,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, dikutip Rabu (5/3/2025).

Tessa mengatakan Shitta sudah konfirmasi hadir dan akan dimintai keterangan seputar dugaan adanya permintaan dana untuk kegiatan fashion show anak pejabat pajak.

“Didalami terkait dengan kebijakan permintaan dana untuk fashion show,” ujar Tessa.

Diketahui, KPK sudah menetapkan Muhamad Haniv sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya. Gratifikasi itu disebut salah satunya untuk mendukung ajang fashion show anaknya.

Haniv disangkakan melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Tipikor. Ia diduga menggunakan jabatan dan pengaruhnya untuk kepentingan pribadi.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur mengatakan anak Haniv berinisial FP memiliki usaha fashion brand pakaian pria bernama FH Pour Homme by Febby Haniv (FH) di Victoria Residence, Karawaci sejak 2015.

Diungkapkan Asep, Haniv mengirimkan email ke Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing 3 YD pada 5 Desember 2016 yang isinya meminta dicarikan sponsor untuk ajang fashion show anaknya pada 13 Desember 2016.

“Permintaan ditujukan untuk ‘2 atau 3 perusahaan yang kenal dekat saja’,” ungkap Asep.

Tahun 2016-2017, dana yang masuk ke rekening terkait pelaksanaan fashion show FH Pour Homme by Febby Haniv yang sumbernya dari perusahaan atau perorangan selaku wajib pajak Kantor Wilayah Pajak Jakarta Khusus sebesar Rp 387 juta.

Sedangkan dana masuk terkait fashion show tersebut yang berasal dari bukan wajib pajak Kantor Wilayah Pajak Jakarta Khusus senilai Rp 417 juta.

BACA JUGA:

Kasus Korupsi LPEI, KPK Sebut Ada Kode ‘Uang Zakat

Rugikan Negara Rp193,7 Triliun, Pengamat Ekonomi Minta Sikat Backing Mega Korupsi di Pertamina

“Bahwa seluruh penerimaan gratifikasi berupa sponsorship pelaksanaan fashion show jumlahnya jadi Rp 804 juta, di mana perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan tidak mendapatkan keuntungan atas pemberian uang sponsorship untuk kegiatan fashion show,” ucap Asep.

Selain itu, KPK mengendus dugaan penerimaan gratifikasi Haniv lainnya. Asep menuturkan HNV telah diduga melakukan perbuatan TPK berupa penerimaan gratifikasi untuk fashion show Rp 804 juta, penerimaan lain dalam bentuk valas Rp 6,6 miliar, dan penempatan pada deposito BPR Rp 14 miliar sehingga total penerimaan sekurang-kurangnya Rp 21,5 miliar.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru