BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang pria bernama Rifai (38), warga Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) pada Sabtu (4/10/2025) malam.
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak kepolisian telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Korban juga telah resmi melaporkan kasus pengeroyokan itu ke pihak berwajib.
“Masih kami lakukan penyelidikan. Sampai saat ini sudah ada dua saksi yang diperiksa,” kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli, mengutip Antara, Rabu (8/10/2025).
Ia menyebutkan korban sudah membuat laporan terkait peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
“Korban sudah laporan polisi, untuk diduga pelaku belum ada yang diamankan. Kita tindak lanjuti secepatnya,” ujar Fadoli.
Kedua saksi yang diperiksa merupakan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sesaat setelah insiden terjadi.
Polisi meminta keterangan keduanya untuk memperjelas kronologi peristiwa, termasuk mengetahui arah pelarian para pelaku usai melakukan pengeroyokan.
“Sudah diminta keterangan karena dua orang saksi ini mengetahui kejadian,” ucap Fadoli.
Dia menegaskan polisi juga tengah mempersiapkan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu.
“Secepatnya, ada persiapan, diduga pelaku akan dipanggil,” tegas Fadoli.
Peristiwa itu bermula saat korban melintas di Jalan Raya Tengah dan melihat seorang pengendara motor yang berhenti di tengah jalan sambil bermain ponsel.
“Berhenti main handphone, pokoknya di tengah-tengah jalan aja motor, terus arus sebelah kanan lumayan ramai, saya klakson saja, terus saya tinggal gitu saja,” kata Rifai.
Insiden bermula ketika pengendara lain diduga tersinggung setelah diklakson oleh Rifai. Pengendara tersebut kemudian mengejar dan memarahi Rifai di tengah jalan.
“Dia marah dan bilang, ‘Ngapain lu klakson, klakson.’ Saya jelaskan kalau saya hanya ingin lewat, tapi dia malah menantang dan mengaku sebagai anggota ormas,” ungkap Rifai saat ditemui.
Situasi semakin memanas ketika pelaku menarik rambut Rifai dan menyeretnya. Rifai sempat mencoba melawan, namun pelaku justru memanggil beberapa rekannya yang diduga berasal dari ormas yang sama.
“Saat saya melawan, dia malah memanggil teman-temannya. Tak lama kemudian datang sekitar tujuh orang,” tutur Rifai.
Baca Juga:
3 Pelaku Pengeroyokan Warga Hingga Tewas di Pamanukan Subang Berprofesi Pengamen
Dipicu Dugaan Santet, Pria di Tapanuli Tengah Tewas Dikeroyok
Rifai awalnya mengira mereka datang untuk melerai, namun kenyataannya justru sebaliknya, ia malah menjadi sasaran pengeroyokan.
“Tiga orang menahan saya, sementara yang lain memukuli. Saya berusaha melindungi kepala, tapi mereka terus menghajar hingga saya tersudut,” kata Rifai.
(Virdiya/)











