BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polisi saat ini sedang menyelidiki proses perekrutan terapis yang ditemukan meninggal dunia di lahan kosong di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10/2025).
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicholas Ary Lilipaly, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara jelas proses perekrutan korban hingga ia bisa bekerja di tempat spa tersebut.
“Kami harus memastikan korban ini bagaimana pada saat perekrutan sampai (bekerja). Kami harus tahu semua dulu, baru kan ada langkah-langkah yang harus kami lakukan,” ujar Nicholas kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).
Nicholas menjelaskan penyelidikan ini dilakukan menyusul adanya dugaan praktik eksploitasi anak di spa tempat korban bekerja. Dugaan tersebut berasal dari laporan yang disampaikan oleh pihak keluarga korban kepada polisi.
“Itu informasi baru dari pelapor. Kami pun terus mendalami itu,” kata dia.
Selain itu, polisi juga menemukan perbedaan identitas dan usia korban antara data yang disampaikan keluarga dan keterangan warga sekitar. Keluarga menyebutkan, korban berusia 14 tahun, sementara warga sekitar mengetahui korban berusia 20 tahun ke atas.
Untuk itu, polisi kini menelusuri lebih dalam soal proses perekrutan serta identitas yang digunakan korban saat melamar kerja.
“Jadi, kami pastikan dulu dia pada saat dia mendaftar itu bagaimana. Dia menggunakan identitasnya yang sesungguhnya ataukah tidak? Jadi, ini semua yang sedang kami lakukan penyelidikan untuk mengungkap ini semua,” tambah Nicholas.
Kronologi Penemuan Korban
Sebelumnya, jasad seorang wanita tanpa identitas ditemukan di area belakang gedung TIKI Pejaten, Jalan Buncit Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi (2/10/2025).
Kapolsek Pasar Minggu, Komisaris Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam keadaan telentang dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Benar, ditemukan seorang perempuan meninggal dunia dalam posisi telentang, dengan kaki miring ke kanan, dan sudah tidak bergerak serta tidak bernapas,” ujar Anggiat dalam keterangannya.
Ia menambahkan terdapat luka lecet di beberapa bagian tubuh korban, seperti di lengan kiri, sisi kiri perut, dan dagu.
“Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun terdapat luka lecet di lengan kiri, perut kiri, dan dagu korban,” lanjutnya.
Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan sebuah selendang dan dompet kecil yang berisi dua unit ponsel, yang diduga milik korban.
Sebelum jasad ditemukan, seorang penghuni ruko di sekitar tempat kejadian sempat mendengar suara teriakan perempuan. Ia kemudian memberi tahu satpam gedung TIKI bernama Uki, yang langsung mengecek sumber suara tersebut.
“Uki mengecek ke arah belakang pagar gedung dan melihat ada seorang perempuan tergeletak,” jelas Anggiat.
Baca Juga:
Wanita Terapis yang Ditemukan Tewas di Pejaten Jaksel Dipastikan Tidak Sedang Hamil
Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Kematian Wanita Terapis di Pejaten Jaksel
Karena posisi pagar cukup tinggi, Uki menggunakan tangga untuk memastikan kondisi perempuan tersebut. Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal.
Sementara itu, saksi lain bernama Maliky sempat menelusuri suara teriakan hingga ke sebuah pusat spa berinisial DS yang berada di ruko Pejaten Office Park. Berdasarkan informasi yang beredar, seorang terapis perempuan diketahui menginap di mess spa tersebut, dan korban diduga kuat merupakan salah satu di antaranya.
(Virdiya/Aak)











