JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus pembacokan mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Farradila Ayu Pramesti (23), oleh rekannya Reyhan Mufazar (22) terus memunculkan fakta mengejutkan.
Jika sebelumnya publik menduga aksi brutal itu dipicu cinta bertepuk sebelah tangan, kabar terbaru justru mengungkap adanya hubungan khusus di antara keduanya.
Dari KKN ke Kedekatan Pribadi
Menurut informasi yang beredar dan hasil penyelidikan awal, hubungan keduanya bermula saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi yang sama.
Reyhan disebut sebagai pribadi yang cenderung introvert dan tidak mudah bergaul. Kedekatan dengan Fara—yang dikenal ramah dan mudah berinteraksi—diduga memunculkan rasa cinta.
Namun berbeda dengan asumsi publik, perasaan tersebut tidak sepihak.
Dari sejumlah konten media sosial yang beredar, keduanya tampak memiliki hubungan yang cukup dekat. Bahkan ditemukan video kebersamaan yang memperlihatkan kemesraan layaknya pasangan.
Video Mesra dan Perubahan Narasi Publik
Akun TikTok yang diduga milik Reyhan menjadi sorotan setelah warganet menemukan video kebersamaan mereka.
Beberapa video menunjukkan keduanya duduk berdekatan di ruangan temaram sambil bermain game online. Dalam potongan video yang beredar luas, terlihat momen ciuman di pipi hingga bibir.
Video lain memperlihatkan mereka mengenakan pakaian batik dan bergandengan tangan dalam sebuah acara.
Temuan ini mengubah narasi awal yang menyebut pelaku hanya pemuja sepihak.
Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, membenarkan bahwa motif pembacokan diduga kuat dipicu oleh keputusan korban untuk mengakhiri hubungan tersebut.
“Korban mau memutuskan hubungan, karena korban sudah punya pacar lain,” ujar Nusirwan kepada awak media.
Korban diketahui telah memiliki kekasih bernama Ferdi, yang tinggal di Bintan.
Rencana Disebut Sudah Lama
Fakta lain yang tak kalah mencengangkan, aksi ini disebut telah direncanakan sejak November tahun lalu.
Menurut keterangan kepolisian, Reyhan berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak menuju kampus di Pekanbaru.
“Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak. Dia ini diduga ingin membunuh korban,” ungkap Nusirwan.
Pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku mendatangi ruang sidang saat korban mengikuti seminar proposal. Emosi memuncak setelah korban tetap pada keputusannya mengakhiri hubungan, hingga akhirnya terjadi pembacokan menggunakan kapak.
Baca Juga:
Momen Kebersamaan Fara dan Raihan Saat KKN, Berujung Tragedi Pembacokan
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok, Pesan Pilu Sang Kekasih Viral
Kontras dengan Pesan Haru Ferdi
Perkembangan fakta ini terasa kontras dengan unggahan viral Ferdi sebelumnya. Dalam akun TikToknya, ia menuliskan pesan penuh haru untuk Fara yang tengah dirawat di rumah sakit.
Ia bahkan menyebut telah menyiapkan tiket mudik dan baju Lebaran untuk dikenakan bersama.
Kini, korban masih menjalani perawatan intensif dan harus menjalani operasi pada lengan kiri akibat luka bacok serius.
Sementara itu, Reyhan telah diamankan di Polsek Bina Widya dan menjalani proses hukum lebih lanjut atas dugaan percobaan pembunuhan berencana.
Kasus ini masih terus berkembang seiring penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
(Dist)











