JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Sejumlah kasus penyiraman air keras kembali terjadi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari Jakarta hingga Bangka Belitung. Rangkaian insiden ini memicu kekhawatiran publik, terutama karena sebagian korban berasal dari kalangan aktivis.
Berikut rangkuman sejumlah kasus terbaru:
Teror terhadap Aktivis KontraS di Jakarta
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. Peristiwa itu terjadi usai ia menghadiri kegiatan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada tangan, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dalam perkembangan kasus, empat anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026. Penanganan perkara kini berada di bawah Pusat Polisi Militer TNI. Namun hingga kini, motif penyerangan belum terungkap.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Rute Pelarian 4 Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Pria Diserang Sepulang Salat Subuh di Bekasi
Kasus serupa terjadi di Tambun Selatan, Bekasi. Seorang pria menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal saat pulang dari salat Subuh pada Senin (30/3).
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, memastikan pelaku telah diamankan, meski identitas dan motifnya belum diungkap.
“Iya, pelaku sudah ditangkap,” kata Sumarni melalui pesan singkat.
Polisi menyatakan akan menyampaikan detail kasus dalam konferensi pers lanjutan. Berdasarkan rekaman video yang beredar, korban tampak kesakitan setelah diserang oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor.
Aktivis Lingkungan Diserang di Bangka Belitung
Di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, aktivis lingkungan Muhammad Rosidi juga diduga menjadi korban penyiraman air keras pada Senin (30/3) malam di Toboali.
Pelaku disebut melemparkan cairan asam ke arah korban saat berada di dalam mobil. Akibatnya, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Menanggapi kasus tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas.
“Saya minta Kapolda Bangka Belitung tegas dan langsung turun tangan. Siapa pun pelakunya harus segera diungkapkan ke publik seterang-terangnya,” ujarnya.
Sahroni menilai pola penyerangan ini semakin mengkhawatirkan, terutama jika menyasar individu yang vokal dan kritis.
“Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tetapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan. Besok siapa lagi? Bisa saja menimpa siapa pun di luar sana,” kata dia.











