JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyambut positif rencana pemerintah untuk memasukkan Bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa asing prioritas dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Kebijakan ini digulirkan usai pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva.
Fadli menegaskan bahwa penguasaan berbagai bahasa asing merupakan sebuah keunggulan di era globalisasi. Hal ini disampaikannya usai menghadiri Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-97, di Jakarta, Selasa (29/10/2025).
“Di tengah kita di arus globalisasi, semakin banyak bahasa yang kita kuasai tentu semakin bagus, termasuk bahasa-bahasa yang dekat dengan kita seperti bahasa Portugis, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa seperti Perancis, Belanda, Jerman,” ujar Fadli.
Ia juga menambahkan, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini semakin memudahkan proses mempelajari bahasa Portugis termasuk bahasa asing lainnya.
Kebijakan Langsung Presiden
Rencana pengajaran Bahasa Portugis ini berawal dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (23/10).
Dalam pertemuannya dengan Lula, Prabowo menyatakan komitmennya untuk mempererat hubungan kedua negara.
“Sebagai bukti kami memandang Brasil sangat penting, saya telah merumuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah,” kata Presiden Prabowo kala itu.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, untuk menyusun kurikulum dan memperkenalkan mata pelajaran bahasa Portugis di sekolah dan perguruan tinggi.
BACA JUGA
Bahasa Portugis akan Diajarkan di Sekolah Indonesia, Ini Sejarah dan Jejaknya di Nusantara
DPR Pertanyakan Manfaat Bahasa Portugis Masuk Mata Pelajaran Sekolah
Masuk Daftar Bahasa Prioritas
Dalam pernyataan persnya, Presiden Prabowo kembali menegaskan posisi Bahasa Portugis sebagai bahasa asing pilihan utama dalam sistem pendidikan Indonesia.
“Karena penting, saya sudah putuskan bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita, selain bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Prancis, bahasa Jerman, dan bahasa Rusia. Bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas kita,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi jembatan budaya yang memperkuat hubungan tidak hanya dengan Brasil, tetapi juga dengan negara-negara berbahasa Portugis lainnya di dunia.
(Aak)











