JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bobby, sosok yang disebut sebagai pelaku child grooming dalam memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans, bikin gaduh ruang publik. Jika sebelumnya ia hanya figur misterius dalam buku, kini namanya disebut-sebut muncul langsung di dunia nyata.
Publik dibuat terkejut setelah kabar beredar bahwa Bobby diduga meneror orang-orang yang menyuarakan dukungan kepada Aurelie. Salah satu yang terseret adalah presenter dan aktris Hesti Purwadinata.
Dukungan Berujung Teror?
Awal mula kisruh ini bermula dari unggahan presenter Hesti Purwadinata yang menyatakan dukungan moral kepada Aurelie.
Dalam tulisannya, Hesti menyinggung bahwa sosok pria yang disamarkan sebagai Bobby Broken Strings masih berkeliaran, sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Unggahan itu rupanya berbuntut panjang.
Tak lama berselang, Hesti mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berasal dari Bobby. Dalam pesan tersebut, ia tidak langsung menyasar Hesti, melainkan menghubungi suaminya dengan nada yang dinilai banyak pihak sebagai tekanan terselubung.
Pesan WhatsApp yang Dinilai Mengintimidasi
Dalam salah satu pesan yang diunggah, Bobby menuliskan:
“Gue tunggu feedbacknya yah bro, gue lewat elu karena gue masih respect sama lu sebagai suami Hesti dan gue kenal elu juga, tolong feedbacknya.”
Tak berhenti di situ, pesan lanjutan menunjukkan adanya batas waktu tegas. Bobby menyebutkan tenggat 1×24 jam sebelum ia mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Gue tunggu 1×24 jam ya bro, kalau memang tidak ada respons, jadi gue tahu musti menempuh jalur hukum apabila diperlukan.”
Isi pesan tersebut langsung memicu reaksi publik. Banyak netizen menilai langkah Bobby justru memperkuat kekhawatiran yang selama ini disuarakan pendukung Aurelie.
Baca Juga:
Link Download Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Gratis Versi Indonesia-Inggris!
Video Jule Asik Joget Tanpa Hijab Bareng Cowok, Pamer Pacar Baru?
Dari Memoar ke Dunia Nyata
Kasus ini menjadi sorotan karena mengaburkan batas antara kisah memoar dan realitas. Broken Strings sebelumnya menuai simpati luas karena keberanian Aurelie membuka trauma masa kecilnya sebagai korban child grooming.
Kini, kemunculan dugaan teror terhadap pendukung korban justru menimbulkan pertanyaan baru:
apakah konflik masa lalu itu belum benar-benar selesai?
Sejumlah warganet menyebut kejadian ini sebagai bukti bahwa trauma korban tidak berhenti di halaman buku, melainkan terus berlanjut ketika suara-suara dukungan mulai bermunculan.
Publik Menunggu Langkah Hukum
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bobby maupun konfirmasi soal langkah hukum yang benar-benar ditempuh. Sementara itu, perhatian publik tetap tertuju pada sikap Hesti Purwadinata dan Aurelie Moeremans dalam menghadapi situasi ini.
Kasus ini sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang keamanan korban dan pendukung korban, serta bagaimana respons hukum seharusnya berjalan ketika narasi kekerasan masa lalu kembali menyeruak ke ruang publik.
(Dist)











