BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Keputusan besar sedang diambil Yamaha. Setelah lebih dari dua dekade setia dengan mesin inline-four yang menjadi ciri khas mereka, pabrikan asal Iwata itu akhirnya siap melakukan “uji nyali” dengan beralih ke mesin V4 penuh mulai MotoGP 2026.
Langkah ini dikonfirmasi secara tersirat oleh Fabio Quartararo, sang pebalap utama yang sudah lama mendorong perubahan arah pengembangan. Meski mengakui performa mesin baru itu masih jauh dari ideal, Quartararo menyebut Yamaha telah menyiapkan diri untuk langkah paling berani dalam sejarah modern mereka.
“Dari apa yang saya pahami, 99 persen kami akan memakai mesin V4. Ini adalah arah yang sudah hampir pasti,” ujar Quartararo, melansir Motogp, JUmat (7/11/2025).
Selama bertahun-tahun, Yamaha menjadi simbol gaya balap halus berbasis corner speed yang lahir dari mesin inline-four — filosofi yang mengantar legenda seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo meraih kejayaan. Namun di era modern MotoGP yang didominasi oleh power dan akselerasi brutal khas mesin V4, identitas itu mulai menjadi beban.
Baca Juga:
Jadi Harapan Baru, Era Mesin Yamaha V4 Siap Tantang Dominasi Ducati
Musim 2025 menjadi titik balik. Yamaha menjalankan dua proyek paralel: tetap bertarung dengan motor inline di lintasan, sambil menguji prototipe V4 yang dikembangkan bersama insinyur baru asal Eropa. Motor tersebut sempat turun sebagai wildcard bersama Augusto Fernandez di Misano dan Sepang, namun performanya masih jauh dari kata memuaskan.
Kecepatan puncak rendah, kestabilan belum terjaga, dan getaran berlebih menjadi keluhan utama. Tapi bagi Yamaha, ini bukan soal hasil cepat, melainkan keberanian mengambil risiko. Tahun 2026 akan menjadi satu-satunya kesempatan mereka menguji penuh konsep V4 sebelum regulasi mesin baru MotoGP 2027 diberlakukan.
“Tidak ada jalan tengah. Kami semua akan memakai V4, kecuali jika hasilnya benar-benar buruk. Tapi yang saya pahami, kami akan balapan dengan mesin baru,” katanya.
Menariknya, Quartararo kini terlihat jauh lebih tenang dibanding musim sebelumnya yang penuh kritik tajam. Ia memilih menunggu hasil tes besar pasca-seri Valencia, momen yang disebut-sebut akan menjadi ujian nyata bagi masa depan proyek Yamaha, sekaligus menentukan apakah sang juara dunia 2021 itu akan tetap bertahan.
Quartararo bahkan sudah ikut terlibat dalam pengujian dengan berbagi data dan komponen kepada Fernandez. Salah satunya, ia meminjamkan swingarm miliknya untuk membantu tim mencari solusi atas getaran yang muncul pada motor tes.
“Sekarang semuanya tergantung pada para engineer. Kami sudah memberi masukan, tinggal mereka menemukan cara untuk menutup gap dengan pabrikan lain,” ujarnya.
Langkah Yamaha menuju mesin V4 bukan sekadar perubahan teknis, ini adalah uji keberanian, bahkan pertaruhan identitas. Setelah dua dekade membangun reputasi dengan filosofi yang sama, Yamaha kini menantang dirinya sendiri untuk keluar dari zona nyaman.
Apakah keputusan berani ini akan membawa mereka kembali ke puncak kejayaan atau justru menjadi taruhan berisiko tinggi? Jawabannya akan terungkap di musim 2026, ketika mesin V4 Yamaha benar-benar diuji di lintasan melawan monster Ducati dan KTM.
(Budis)











