Utang Indonesia Capai 9 Ribu Triliun, Menteri Keuangan Jamin Kondisi Masih Aman

Utang Indonesia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/menkeuri)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah melaporkan, posisi utang Indonesia per akhir Juni 2025 mencapai sekitar Rp 9.138 triliun, atau setara 39,86 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan posisi utang tersebut masih aman.

Purbaya menjamin nilai utang tersebut masih berada di level aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap besarnya nominal utang.

Menteri keuangan menjelaskan, standar internasional untuk menilai kemampuan fiskal suatu negara berdasarkan pada dua indikator utama, yakni deficit to GDP ratio dan debt to GDP ratio.

Uni Eropa dalam perjanjian Maastricht Treaty telah menetapkan ambang batas defisit sebesar 3 persen terhadap PDB serta ambang batas rasio utang sebesar 60 persen terhadap PDB sebagai indikator.

Adapun, defisit Indonesia terjaga dalam level di bawah 3 persen, dengan catatan terakhir sebesar Rp371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap PDB per 30 September 2025. Sementara rasio utang terhadap PDB Indonesia tercatat berada pada level 39,86 persen.

Dengan merujuk dua indikator tersebut, posisi utang Indonesia masih berada di bawah standar indikator dan berada di level aman.

“Jadi, dengan standar internasional yang paling ketat pun, kita masih prudent,” ujar Purbaya, dalam acara ‘Sarasehan 100 Ekonom Indonesia’ di Jakarta, melansir dari Antara, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga:

Utang Indonesia Capai Rp9.138 Triliun per Juni 2025

Utang Indonesia Diklaim Sama Bank Indonesia Katanya Turun Jadi 1 Miliar Dolas AS

Untuk menjaga utang Indonesia tetap berada di ambang batas aman, Purbaya berjanji akan menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga tidak melampaui ambang batas defisit 3 persen.

“Dalam waktu dekat nggak akan berubah, nggak akan saya ubah itu, akan saya jaga terus baik tahun ini dan tahun depan,” katanya lagi.

Purbaya juga mengatakan akan mengevaluasi kebutuhan penyesuaian pendapatan negara dan rasio utang. Hal akan dilakukan bila perekonomian Indonesia sudah mampu mencetak pertumbuhan 8 persen.

“Kalau tumbuh 7 persen, misalnya, kami pertimbangkan. Perlu nggak kita kurangi pajak? Atau perlu nggak kita kurangi utang atau tambah utang untuk tembus 8 persen? Tapi kan hitungannya jelas di atas kertas. Kalau sudah 7 persen saya naikkan sedikit, orang juga senang,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mekaporkan utang Indonesia tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun per Juni 2025, dengan distribusi pada pos pinjaman sebesar Rp1.157 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) Rp7.980,87 triliun.

(Raidi/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru