BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rencana Khamzat Chimaev untuk memperluas dominasinya di UFC kini berada di persimpangan. Juara kelas menengah itu terang-terangan mengincar lompatan ke kelas berat ringan, namun arah ambisinya justru berseberangan dengan target yang dibidik Alex Pereira.
Chimaev ingin menapaki jalur cepat, naik divisi dan langsung merebut sabuk juara dari Pereira. Ambisi tersebut dilandasi keinginannya menyamai pencapaian petarung elite UFC yang sukses menguasai lebih dari satu kelas. Namun realitas di atas kertas tak sepenuhnya mendukung rencana itu.
Pereira justru menunjukkan ketertarikan ke jalur yang berbeda. Petarung asal Brasil tersebut lebih fokus mengejar tantangan lintas divisi yang lebih besar, termasuk kemungkinan duel melawan Jon Jones di kelas berat. Jika berhasil, Pereira berpeluang membuka jalan menuju perebutan gelar kelas berat melawan Tom Aspinall.
Situasi inilah yang membuat tawaran Chimaev belum mendapat respons serius. Meski demikian, Borz tidak tinggal diam. Ia menilai peluang duel tersebut seharusnya terbuka dan menyebut ada keengganan dari pihak Pereira.
“Semua orang tahu itu. UFC tahu itu. Ketika saya yang datang, pertarungan itu tiba-tiba dianggap tidak bagus.” ujar Chimaev, dikutip dari ESPN, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga:
UFC Gedung Putih Bisa Jadi Panggung Comeback Conor McGregor
Untuk memperbesar tekanan, Chimaev bahkan membawa publik ke dalam pusaran isu. Lewat media sosial, ia mengajak penggemar Pereira untuk mendorong sang petarung menerima tantangan, sembari menyodorkan ide pertarungan di UFC White House sebagai panggung spektakuler.
Namun, Pereira justru menepis wacana tersebut. Ia mengisyaratkan tidak tertarik tampil di Gedung Putih dan tetap memusatkan perhatian pada target besarnya di kelas berat.
Di balik ketegangan ini, kedua petarung sejatinya sama-sama belum bebas dari agenda masing-masing. Pereira masih harus menghadapi Carlos Ulberg, petarung muda yang tengah menanjak dengan rekor sembilan kemenangan beruntun.
Sementara Chimaev dijadwalkan menjalani pertarungan perdananya sebagai juara kelas menengah setelah masa pemulihan, dengan Nassourdine Imavov sebagai kandidat lawan.
Chimaev menegaskan dirinya terbuka pada berbagai opsi, namun satu prinsip tetap dipegang: ia hanya ingin satu pertarungan lagi sebelum naik kelas.
“Bagi saya tidak masalah siapa lawannya. Saya hanya ingin satu pertarungan lagi, lalu naik ke kelas berikutnya,” tegasnya.









