JAKARTA, TEROPONGMEDDIA.ID — Islam Makhachev baru saja menorehkan pencapaian besar di UFC 322 dengan merebut sabuk welterweight dan resmi menjadi juara dua divisi. Namun, di balik dominasi totalnya atas Jack Della Maddalena. Namun, Makhachev tidak masuk daftar penerima bonus Performance of the Night hingga Kritik dan rasa heran pun datang dari berbagai pihak, termasuk legenda UFC, TJ Dillashaw.
Dalam laga utama yang digelar di Madison Square Garden, Makhachev menunjukkan kontrol penuh selama 25 menit. Ia mencatat lebih dari 18 menit control time, mengurung Della Maddalena hampir tanpa ruang untuk membalas. Tiga juri kompak memberikan skor 50-45, menunjukkan betapa berat sebelahnya duel tersebut.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu petarung paling komplet di UFC. Meski begitu, sebagian penonton justru menyebut gaya bertarung Makhachev terlalu aman dan membosankan.
Bahkan, Ilia Topuria secara terbuka menyindir Makhachev dengan menyebut performanya “membuat ngantuk”.
Namun, tidak semua setuju. Bagi mantan Juara Kelas Bantam UFC dua kali, TJ Dillashaw kemenangan Makhachev adalah bentuk superioritas yang seharusnya mendapat apresiasi.
Dillashaw: Seharusnya Islam Dapat Bonus, Itu Dominasi Murni
Dalam sesi Jaxxon Podcast, Dillashaw menyuarakan kebingungannya terhadap keputusan Dana White yang tidak memasukkan Makhachev ke daftar penerima bonus.
“Gila Islam nggak dapat bonus,” ujar Dillashaw sambil tertawa kecil.
“Dia bikin pertarungan itu terlihat begitu mudah. Dominasi yang benar-benar bersih,” lanjutnya.
Dillashaw menilai, bahwa mengontrol lawan selama hampir seluruh ronde adalah bentuk keunggulan teknis tingkat tinggi. Ia menyebut, dominasi ekstrem juga merupakan hiburan tersendiri karena memperlihatkan kelas seorang juara.
Baca Juga:
Pelatih Conor McGregor Sebut Calon Lawan Terberat Islam Makhachev di Kelas Welter UFC
Islam Makhachev Kudeta Ranking P4P UFC Setelah Habisi Jack Della Maddalena
Bonus UFC 322 Jatuh ke Empat Petarung Lain
Meski UFC 322 masuk daftar sembilan event dengan gate terbesar sepanjang sejarah UFC, promotor memutuskan tidak memberikan penghargaan Fight of the Night. Sebagai gantinya, hanya ada empat nama yang mendapatkan bonus performa:
- Bo Nickal (KO via head kick – prelims)
- Benoit Saint-Denis
- Carlos Prates
- Michael Morales
Semuanya tampil garang lewat kemenangan KO di main card. Sayangnya, gaya kontrol Makhachev dianggap belum cukup “menjual” untuk masuk daftar tersebut.
Kritik Penonton vs Pengakuan Para Petinggi UFC
Respons penonton terhadap gaya bertarung Makhachev memang terbelah. Sebagian menginginkan lebih banyak aksi knock-out atau submission cepat. Namun pelatih, analis, dan para petarung senior justru menilai kemampuan mengurung lawan selama lima ronde adalah level yang tidak banyak dimiliki atlet UFC.
Terlepas dari itu semua, kemenangan ini telah mempertegas posisi Makhachev sebagai penguasa baru welterweight sekaligus salah satu petarung paling dominan dekade ini. Polemik soal bonus tampaknya tidak mengurangi sinarnya sama sekali—justru makin menegaskan bahwa ia bergerak di level berbeda.
(Dist)











