Roy Suryo dan Dokter Tifa Siapkan Gugatan ke KPU soal Ijazah Jokowi

roy suryo ijazah palsu-1
(doc. ambisius news)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Rencana gugatan warga negara (citizen lawsuit) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mencuat. Kali ini, langkah tersebut akan ditempuh oleh Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma melalui kuasa hukum mereka, Refly Harun.

Refly menyebut gugatan itu diarahkan kepada KPU yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas verifikasi dokumen pencalonan presiden, khususnya terkait ijazah milik Joko Widodo.

“Kami juga bicara ada kemungkinan untuk melakukan citizen lawsuit, gugatan warga negara terhadap KPU dan turut tergugatnya mungkin mantan Presiden Jokowi, atau Presiden pada waktu itu,” ujar Refly dalam konferensi pers, Minggu (29/3/2026).

Menurut Refly, gugatan tersebut muncul karena adanya dugaan kelemahan dalam proses verifikasi faktual dokumen saat Pilpres 2014 dan 2019.

“Karena sudah lalai tidak mengerjakan tugasnya dalam melakukan verifikasi faktual terhadap apa dokumen yang diserahkan pada waktu itu, ijazah ya,” tegasnya.

Baca Juga:

Analisa Roy Suryo Tentang Ijazah Palsu Jokowi: Kotor

Ia juga menilai KPU seharusnya bekerja berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, bukan sekadar administratif.

“Kami tidak ingin KPU ini tidak bekerja berdasarkan prinsip good governance, clean government, seenaknya saja,” lanjutnya.

Sementara itu, Roy Suryo turut menyoroti adanya kejanggalan pada dokumen legalisasi ijazah yang dipersoalkan.

“Dalam legalisasi itu ada hal yang meragukan soal tanda tangan pejabat yaitu Dekan Fakultas Kehutanan yang masa jabatannya 2008. Ternyata di situ kok di 2014 masih tercantum namanya,” kata Roy.

Ia juga menambahkan bahwa dokumen tersebut tidak mencantumkan tanggal legalisasi, yang dinilai sebagai celah administratif.

“Dan juga di dalam dokumen legalisasi itu tidak terdapat tanggal kapan legalisasi dilakukan. Jadi itu juga menjadi persoalan yang kemudian kita akan gugat KPU agar dia bekerja lebih baik,” imbuhnya.

Di sisi lain, kasus ini juga telah bergulir di ranah hukum. Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan sejumlah tersangka terkait tudingan ijazah palsu, termasuk Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma dalam klaster kedua.

Keduanya dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya terkait pencemaran nama baik, penyebaran informasi elektronik, hingga dugaan provokasi dalam Undang-Undang ITE dan KUHP.

Selain itu, upaya hukum lain juga sempat ditempuh melalui uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Namun, permohonan tersebut tidak diterima karena dinilai tidak jelas atau kabur oleh majelis hakim.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru