JAKARTA, TEREOPONGMEDIA.ID — Mantan juara kelas menengah UFC, Sean Strickland, mengungkap bahwa dirinya mendapat peringatan keras terkait larangan menghadiri gelaran UFC 323 di T-Mobile Arena, Las Vegas. Strickland, yang masih menjalani masa skorsing, menyebut bahwa ia bahkan diancam bisa masuk penjara apabila memaksa muncul di acara tersebut.
Strickland diketahui bermukim di Las Vegas dan biasanya selalu hadir ketika rekan satu timnya dari Xtreme Couture berlaga, termasuk Mansur Abdul-Malik yang tampil di UFC 323. Namun, kehadirannya kali ini tidak diizinkan menyusul sanksi yang dijatuhkan kepadanya pada Juni lalu.
Latar Belakang Sanksi Strickland
Strickland menerima larangan aktivitas MMA selama enam bulan setelah terlibat insiden ketika menjadi cornerman dalam sebuah laga pada pertengahan tahun. Federasi atlet combat sport menilai tindakannya melanggar protokol dan memberi hukuman yang membuatnya tidak dapat menghadiri acara resmi UFC hingga masa skorsing berakhir.
Meski dikenal sebagai figur lantang dan kerap mendampingi kompatriotnya di setiap pertarungan, Strickland mengaku tak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi keputusan tersebut.
Curhatan Strickland di Media Sosial
Melalui beberapa unggahan di platform X (Twitter) yang kini telah dihapus, Strickland menuturkan bahwa pihak UFC secara langsung melarangnya hadir di arena. Ia menuliskan bahwa keinginannya menonton rekan-rekan satu tim tidak dapat terlaksana karena peringatan yang diterimanya cukup serius.
“Well… saya ingin menonton para teman bertarung malam ini,” tulis Strickland dalam unggahan pertamanya. “Tapi bos UFC menelepon saya secara pribadi dan bilang, saya masih diskors dan tidak boleh datang.”
Dalam unggahan lanjutan, Strickland menyebut adanya percakapan yang berisi peringatan lebih tegas. Menurutnya, pihak manajemen menyinggung ancaman hukum apabila ia melanggar aturan larangan acara.
Ia mengeklaim mendapat pesan seperti: “Sean, mereka bisa memasukkanmu ke penjara,” lalu peringatan lain seperti “Saya tak akan mengatur apa yang kamu ucapkan, tapi sebaiknya jangan,” serta “Sebaiknya hapus itu, meski bukan kewajiban.”
Strickland juga menambahkan bahwa ia diminta diam untuk sementara waktu sampai proses administratif UFC dengan mitra penyiar rampung.
Pesan paling keras yang ia kutip berbunyi: “Sean, tolong tutup mulut dua minggu saja sampai semuanya selesai.”
Baca Juga:
McGregor Incar Sabuk Welter UFC Islam Makhachev, Targetkan Triple Crown!
Gaya Satir Strickland Tetap Muncul
Meski unggahannya bernada keluhan, Strickland tidak meninggalkan gaya candaan khasnya. Ia menutup rangkaian pernyataan tersebut dengan menyindir bahwa tidak pernah ada telepon yang bersifat santai dari pihak UFC.
“Tidak pernah ada sekadar telepon ‘ayo kita naik snowboard bareng’,” tulisnya. “Mereka kaya dan putih, mungkin main ski seperti biasanya.”
Komentarnya memancing perhatian publik meski unggahan itu telah dihapus tak lama setelah diposting.
Hubungan Strickland dan UFC Kembali Sorotan
Strickland memang dikenal sebagai salah satu figur UFC yang paling kontroversial. Cara berbicaranya yang blak-blakan kerap menjadi sorotan, dan hubungan antara dirinya dengan manajemen sering mengalami gesekan. Kejadian ini kembali memperkuat citra tersebut, terutama ketika ia dilarang sekadar hadir sebagai penonton.
UFC sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Strickland, termasuk soal ancaman hukum maupun larangan masuk arena.
Hingga masa skorsing berakhir, Strickland dipastikan tidak dapat hadir dalam event resmi UFC meskipun berada di kota yang sama atau memiliki rekan tim yang bertanding.
(Dist)











