BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sejumlah akses jalan menuju Aceh Tengah lumpuh total akibat banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Jalan-jalan tertutup material longsor, sementara beberapa jembatan dilaporkan terputus, membuat wilayah tersebut praktis terisolasi.
“Enggak ada lagi, memang harus udara. Kalau jalan darat kita, oh ini kan longsor. Longsor, jembatan terputus. Satu-satunya jalan yang tepat adalah cuma udara,” kata Bupati Aceh Tengah, Yoga Haili, kepada wartawan, Rabu (4/12/2025).
Yoga mengatakan bantuan melalui jalur udara sangat terbatas, sementara kebutuhan masyarakat Aceh Tengah masih sangat besar. Ia menyebutkan bahwa helikopter kini menjadi satu-satunya moda yang memungkinkan untuk mengirimkan bantuan ke desa-desa terisolasi.
“Ada kekhususan untuk ada helikopter disiagakan satu untuk mengantar ke desa-desa yang terisolir. Karena sampai hari ini kami juga belum sampai ke beberapa desa itu. Belum pernah kami hadir karena sulit sekali jalan yang kita tembus,” ujarnya.
Pemerintah daerah, kata Yoga, sebenarnya telah menyiapkan alat berat untuk membuka akses jalan. Namun, krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) membuat upaya tersebut terhambat.
“Alat berat juga ada, tapi BBM enggak ada lagi hari ini. Enggak ada lagi,” tuturnya.
Baca Juga:
Data Terbaru Korban Banjir Sumatera: 811 Tewas, 623 Hilang
Banjir Terjang Aceh, 3 Desa di Semeulue Terendam
Kelangkaan BBM ini juga memicu keresahan warga. Hingga ribuan masyarakat mendatangi kantor bupati untuk menanyakan pasokan yang terputus.
“BBM enggak ada lagi, karena pasokan enggak ada lagi. Itu pun BBM baru ada kalau dari udara,” tambahnya.
Menurut Yoga, dampak bencana kini meluas, tidak hanya dirasakan warga yang tertimpa musibah langsung, tetapi juga masyarakat yang sebelumnya tidak mengalami kekurangan bahan pokok.
“Aceh Tengah ini bukan hanya masyarakat yang tertimpa musibah, tapi sudah masuk ke masyarakat biasa, yang selama ini tidak terdampak kepada beras,” katanya.
Meski situasi masih berat, Yoga mengaku bersyukur atas bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Menurutnya, dukungan tersebut mulai membantu meredakan krisis kebutuhan pokok di wilayahnya.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, ini sudah sedikit teratasi dengan baik,” tukasnya.
(Budis)











