PADANG, TEROPONGMEDIA.ID – Suasana haru menyelimuti keberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Padang menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026. Di antara ribuan jamaah, sosok Latifa Syafvina Putri Zuhrizal menjadi sorotan. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, remaja asal Kota Padang ini tercatat sebagai calon jamaah haji (CJH) termuda dari Provinsi Sumatera Barat.
Namun, keberangkatan Latifa bukan tanpa cerita sedih. Ia terbang ke Baitullah untuk menggantikan posisi orang tuanya yang telah meninggal dunia sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Pengganti Orang Tua yang Telah Tiada
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, mengonfirmasi status Latifa sebagai jamaah termuda saat memantau kedatangan jamaah di Embarkasi Haji Padang, Kamis (23/4/2026).
“Setelah kami lakukan pengecekan data, calon jamaah haji termuda tahun ini berusia 15 tahun atas nama Latifa Syafvina Putri Zuhrizal. Ia merupakan jamaah asal Kota Padang yang tergabung dalam Kloter 1,” ujar M. Rifki, dikutip dari Antara.
Rifki menjelaskan bahwa Latifa masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini melalui mekanisme pelimpahan porsi haji. Berdasarkan aturan, kursi yang seharusnya menjadi hak orang tuanya dialihkan kepada Latifa karena sang orang tua wafat sebelum jadwal keberangkatan tiba.
Regulasi Pelimpahan Porsi Haji Terbaru
Keberangkatan Latifa di usia remaja dimungkinkan berkat adanya payung hukum yang jelas. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, syarat minimal usia untuk penggantian jamaah yang wafat adalah 13 tahun.
“Undang-undang memperbolehkan anggota keluarga menggantikan calon jamaah yang wafat, asalkan penggantinya sudah berusia minimal 13 tahun pada saat keberangkatan. Latifa yang berusia 15 tahun memenuhi kriteria tersebut,” tambah Rifki.
Kontras Usia: Jamaah Tertua Berusia 85 Tahun
Jika Latifa menjadi yang termuda, predikat calon jamaah haji tertua di Sumatera Barat tahun ini disandang oleh Ranyam Jamaan Arif. Kakek asal Kota Padang tersebut berangkat di usia 85 tahun.
Perbedaan usia yang cukup mencolok ini menunjukkan keberagaman profil jamaah haji tahun 2026. Secara total, Kanwil Kemenhaj Sumbar akan memberangkatkan sebanyak 5.402 calon jamaah haji ke Arab Saudi sepanjang musim haji 1447 H ini.
Detail Keberangkatan Kloter 1 Embarkasi Padang
Jamaah Kloter 1 dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci dengan rincian sebagai berikut:
- Total Jamaah Kloter 1: 386 orang.
- Petugas Pendamping: 4 petugas PPIH, 2 petugas haji daerah (PHD), dan 1 pembimbing KBIHU.
- Armada Pesawat: Garuda Indonesia Boeing 737 seri 300 (Kapasitas 393 kursi).
- Jadwal Keberangkatan: Jumat (24/4/2026) dini hari pukul 01.05 WIB melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
- Estimasi Tiba: Pukul 06.00 waktu setempat di Madinah.
Sebelum menuju bandara, rombongan akan dilepas secara resmi dari Asrama Haji Padang pada Kamis sore pukul 16.00 WIB.
Tahun ini, seluruh jamaah asal Sumatera Barat dan Bengkulu akan dilayani dengan total 14 frekuensi penerbangan. Pemerintah berharap proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar, terutama bagi jamaah lansia dan jamaah muda seperti Latifa yang membawa amanah almarhum orang tuanya.











