Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, BI Rate Jadi Penentu Hari Ini!

rupiah hari ini
Ilustrasi. (X/insightpolitica)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Tekanan terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait suku bunga acuan siang nanti.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah dibuka di level Rp17.730 per dolar AS, melemah 0,20% dibanding penutupan sebelumnya.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah sehari sebelumnya rupiah ditutup di level Rp17.695 per dolar AS, yang menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Pasar Fokus ke BI Rate

Agenda utama pasar hari ini adalah keputusan BI terkait suku bunga acuan atau BI Rate.

Mayoritas pelaku pasar mulai melihat kenaikan suku bunga sebagai langkah yang hampir tak terhindarkan di tengah tekanan terhadap rupiah dan meningkatnya risiko eksternal global.

Berdasarkan polling pasar, sebagian besar lembaga memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.

Jika itu terjadi, maka akan menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam dua tahun terakhir.

Ruang BI Dinilai Semakin Sempit

Tekanan terhadap rupiah membuat ruang gerak bank sentral semakin terbatas.

Di satu sisi, BI harus menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam arus keluar modal asing. Namun di sisi lain, kenaikan suku bunga berisiko menahan pertumbuhan kredit dan aktivitas ekonomi domestik.

Situasi ini membuat keputusan RDG kali ini menjadi salah satu momentum paling krusial bagi pasar keuangan nasional sepanjang tahun 2026.

Tekanan tambahan datang dari penguatan dolar AS di pasar global.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia, tercatat naik ke level 99,398.

Penguatan dolar membuat tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah, semakin besar.

Baca Juga:

Menkeu Purbaya Pilih Naik Haji saat Rupiah Makin Terpuruk

Rupiah Makin Anjlok, DPR Minta Gubernur BI Mundur!

Defisit APBN Mulai Dicermati Pasar

Selain faktor moneter, investor juga mulai menyoroti kondisi fiskal pemerintah.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat defisit APBN mencapai Rp164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB hingga April 2026.

Meski lebih rendah dibanding Maret, kondisi fiskal tetap menjadi perhatian pasar di tengah naiknya kebutuhan subsidi energi dan tekanan ekonomi global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi defisit masih terkendali, terutama karena penerimaan perpajakan tetap tumbuh dua digit.

Jika kenaikan suku bunga benar-benar diumumkan, pasar kemungkinan melihatnya sebagai sinyal bahwa BI mulai memprioritaskan stabilitas kurs dibanding dorongan pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru