BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lando Norris melemparkan peringatan keras menjelang Grand Prix Las Vegas, namun kali ini bukan hanya soal cuaca. Menurut pembalap McLaren itu, karakter sirkuit kota yang rumit yang dikombinasikan dengan suhu rendah malam hari, menciptakan kondisi yang bisa menjebak siapa pun yang kehilangan fokus sedikit saja.
Meskipun prakiraan cuaca sempat menyebut peluang hujan hingga 40 persen di beberapa sesi, Norris mengungkap bahwa isu terbesar bukan semata tetesan air, melainkan bagaimana lintasan Las Vegas berubah menjadi “ranjau tak terlihat” bagi para pembalap saat suhu turun.
“Ini bukan hanya dingin tapi bagaimana kombinasi trek dan suhu membuat ban seperti tidak mau bekerja sama. Begitu ban tidak masuk ke jendela ideal, mobil benar-benar sulit dikendalikan,” ungkap Norris, melansir Formula1, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, McLaren adalah salah satu tim yang paling merasakan kesulitan di Las Vegas pada gelaran 2023. Karakter mobil yang biasanya unggul dalam manajemen ban justru menjadi kelemahan saat temperatur rendah, membuat mereka sulit mencapai grip optimal.
Baca Juga:
Lando Norris Pimpin Dominasi McLaren di Latihan GP Austria
Norris juga menyoroti sisi paling menakutkan dari trek kota Las Vegas. Dengan dinding pembatas yang dekat, kecepatan tinggi di lintasan lurus, dan jalur sempit, satu kesalahan kecil bisa langsung berakhir dengan kecelakaan.
“Jika hujan, itu akan memperparah semuanya. Cat putih di jalan saja bisa membuat mobil terasa seolah melayang,” ujarnya.
Bagi Norris, Las Vegas bukan hanya soal mengendalikan mobil, tetapi juga mengendalikan mental. Ia menyebut balapan ini sebagai salah satu yang paling menuntut konsentrasi, karena kecilnya margin error dan kondisi lintasan yang dapat berubah drastis hanya dalam beberapa menit.
“Las Vegas bisa berubah dari sulit menjadi gila dalam satu lap. Kamu harus siap untuk itu,” tegasnya.
Meskipun begitu, Norris tetap bersemangat menghadapi tantangan akhir pekan tersebut. Baginya, balapan seperti ini menunjukkan kualitas sesungguhnya seorang pembalap.
“Ini akan jadi ujian besar. Kalau bisa memilih, tentu saya ingin kondisi kering. Tapi apa pun yang terjadi, kami harus siap menghadapi kekacauan,” tutupnya.
(Budis)









